MENDATANGKAN PELUANG REJEKI

Kalau saat ini Anda merasa tidak lagi mendapatkan sumber rejeki, yang bisa anda lakukan adalah menciptakan sumber rejeki tersebut bagi diri anda sendiri.
money
Pertanyaannya pasti, bagaimana caranya?

1. Temukan Peluang Di Sekeliling Anda.

Pertama yang perlu dilakukan adalah melihat ke sekeliling kita atau sekitar lingkungan kita. Mulailah dari yang paling dekat dan berhubungan dengan Anda, melihat berbagai hal yang ada di sekeliling kehidupan anda, untuk menemukan peluang yang bisa dikembangkan menjadi sumber rejeki bagi anda. Mulailah dengan menemukan berbagai masalah atau kebutuhan orang lain, misalnya. Berawal dari niat membantu menyelesaikan masalah dan kebutuhan orang lain ini dapat memunculkan sumber peluang bagi sumber rejeki. Banyak hal yang bisa digali dari masalah dan kebutuhan orang lain ini. Gali dan temukan oeluang-peluang di sekitar anda, dengan orientasi membantu menyelesaikan masalah dan kebutuhan orang lain.

2. Gali Kemampuan Sendiri.

Setiap orang pasti memiliki kekuatan dan kelemahan dalam dirinya. Seringklai orang kurang menyadari kekuatannya dan lebih berfokus pada kelemahannya sendiri. Akibatnya potensi kekuatan dalam dirinya tidak muncul ke permukaan. Gali dan temukanlah kekuatan-kekuatan yang ada dalam diri anda dan abaikan segala kelemahan-kelemahan yang dapat menjadi penghalang. Biasanya kelemahan-kelemahan itu adalah rasa ketakutan gagal, perasaan malu memulai sesuatu, perasaan gengsi, dan hal-hal negative lainnya. Jangan sampai anda terbutakan oleh kelemahan dan hal-hal negative itu, sehingga kekuatan anda menjadi tersembunyi, tidak muncul ke permukaan. Kembangkan apa yang masih bisa anda lakukan untuk menciptakan maha karya yang mampu mendatangkan manfaat bagi orang-orang disekitar anda.

3. Landasi Dengan Niat Ketulusan Membantu.

Salah satu hukum alam adalah siapa yang menabur dia akan menuai. Kalau anda mulai menabur kebaikan akan menuai kebaikan pula. Mulailah denga niat yang tulus untuk membantu menyelesaikan masalah dan kesulitan orang lain. Fokus kita jangan pada uangnya, tetapi lebih utama adalah bagaimana dapat membantu menyelesaikan masalah dan kebutuhan orang lain. Jangan datang kepada orang lain dengan kesulitan anda, pasti tidak akan diperhatikan.

M Yunus dengan Grameen Bank, misalnya. Awalnya dengan tulus, M. Yunus menyalurkan bantuan keuangan bagi orang-orang miskin yang membutuhkan untuk membangun usaha kecil. Dilamndasi niat yang tulis agar dapat membantu mereka lebih independen secara keuangan. Mulai dari membantu beberapa orang saja, ia akhirnya mampu membantu jutaan warga miskin di Bangladesh, untuk membangun usaha yang bisa membuka pintu keluar dari kemiskinan. Usahanya ini mengundang banyak perhatian dan dukungan dari banyak orang, sehingga dukungan finansial dan non-finansial mengalir kepadanya.

4. Miliki Keyakinan Hati.

Tidak ada yang dapat mengalahkan keyakinan hati seseorang. Kalau anda sudah menetapkan keyakinan hati untuk melangkah melakukan sesuatu yang baik, pastikan anda yakin bahwa apa yang anda putuskan itu memang bisa dijalankan dengan baik. Semakin tinggi keyakinan kita untuk sukses, semakin dekat kita pada kesuksesan tersebut. Tanamkan keyakinan bahwa anda tidak boleh gagal, karena anda telah mempertaruhkan modal anda, tabungan anda, tenaga anda misalnya. Dengan keyakinan yang kuat ini, ia menembus berbagai masalah dan hambatan. Berbagai ide kreatifpun muncul ketika kita tetap fokus dan yakin akan keputusan yang telah kita ambil.

5. Pelihara Ketekunan.

Orang yang sukses adalah orang yang tekun dan mau bangkit kembali setelah mereka jatuh. Ya, kunci sukses untuk mendatangkan rejeki adalah ketekunan dan tidak mudah menyerah. Ketika dihadapkan masalah kemudian kita langsung putus asa, sudah pasti keberhasilan tidak akan datang. Lihatlah para kontestan Indonesia Idol, bagaimana ia dikritik dan dicela dihadapan jutaan penonton oleh sang juri ? Kalau ia kemduian putus asa dan menyerah, sudah pasti tidak akan menjadi bintang Indonesia Idol, misalnya. Tetapi kalau mereka tidak gentar dan justru kritik para juri tersebut ia jadikan pelajaran berharga, maka kesuksesan pasti akan diraih.

6. Tawakal.

Kalau kita sudah melakukan ikhtiar atau usaha lahiriah dengan berbagai cara, maka jangan pernah sekalipun melupakan ikhtiar batin dengan berdoa dan memohon kepada Allah yang maha memiliki rejeki. Kuasa tertinggi adalah milik-Nya, bukan milik manusia. Tawakal dan berserah diri serahkanlah semuanya kepada-Nya. Terimakah apapun yang datang kepada anda dengan ikhlas, sambil tetap berdoa memohon kepada Tuhan. Yakinlah bahwa Tuhan adalah penolong terbaik kita.

This entry was posted in Motivasi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *